Saturday, March 16, 2019

Lalu Siapakah Aku dihatimu????



Aku hanyalah anak kecil yang terobsesi dengan burung, kupu-kupu bahkan pesawat dan hal2 yang bisa terbang. Waktu itu aku sudah tumbuh menjadi remaja yang bisa dibilang agak aktif dibanding teman2 ku. Salah satu Impian ku dari kecil adalah bisa terbang, sangat konyol kan? Memang sangat konyol dan tak masuk akal dan parah nya impian itu masih aku pegang erat-erat hingga aku berumur 13 tahun.  Berharap dan percaya tiba-tiba aku punya sayap dan terbang tinggi ke angkasa hehehe aku selalu suka mengenang masa itu, bahkan tak ada sedikitpun rasa malu ketika aku menceritakannya ke orang tua ku, paman dan tante ku serta tetangga-tetangga terdekatku. Aku menyebut diriku “peri biru” wkwkwkkw ahh rasanya waktu itu aku secantik bidadari🤣🤣. Yaudah next aja ya karna mungkin cerita part itu hanya pantas ku kenang sendiri🤔🤭🤭.  
Waktu aku beranjak remaja, umurku mungkin sekitar 14 tahun akhirnya aku tersadar dengan semua kemampuan ku bahwa aku takkan pernah bisa terbang dan memiliki sayap. Benci dan sedih tentu saja, “ah katanya Allah mengabulkan semua doa hambaNya yang bersungguh-sungguh padahal kan aku setiap hari sudah berdoa biar bisa terbang tapi kenapa kenyataannya sangat mustahil?” Mungkin jika aku disana aku akan menjitak diriku sendiri dengan pemikiran bdoh ku itu.
Akhirnya seiring dengan berjalan nya waktu pelan-pelan mimpi itu terlupakan dan teganti dengan mimpi-mimpi lainnya. Aku sibuk mengikuti berbagai ekstrakulikuler disekolah, lomba-lomba disekolah bahkan provinsi, dan benar saja waktu adalah obat patah hati terbaik, sehingga tak ada waktu memikirkan “why i cannot fly?!” Akhirnya aku hanya dapat memanjatkan Doa “Ya Allah aku ingin naik pesawat sekali sajaa”, doa itu hanya terlontar satu kali ketika aku benar-benar ingin terbang, ah tak terbang dengan sayap tak apa lah yang penting aku bisa terbang menggunakan pesawat dan tetap dapat menikmati pemandangan indah dari atas sini, yah begitulah pikirku.
Beberapa waktu setelah itu aku hampir saja mendapatkannya, hampir saja aku ikut orang tua ku pergi menaiki pesawat yang ku idam-idamkan itu. Hmm namanya juga hanya HAMPIR pastilah aku tidak dapat ikut dan bersenang-senang karna ada keisbukan dengan hari yang sama keberangkatan mereka. Lagi-lagi aku marah, lagi-lagi aku benci dan lagi-lagi aku menganggap Allah tak adil. Beberapakali terjadi seperti ini hingga tak terasa aku sudah  SMA. 
Ketika kelas 1 SMA aku sangat ingin sekali umroh, “elaahh woy naik pesawat aja susah mau umroh dia”. Kebetulan aku waktu itu sekolah di islamic boarding school jadi dihari yang sama ustad ku bilang “ntar ye kalo lu mau apa aja shalawatin dah, liat gambar nya, datangin wujud nya shalawatin, terus sedekah Insya Allah cepet dah lu dapat nya” akhirnya malam itu aku liat lekat-lekat ka’bah dan ku shalawatin trs sedekah 5rb perak doang di masjid sambil mikir juga masa sih gini doang bisa dapatin apa yang aku mau, tapi yaudah lah ya coba aja. 
Aku jalani hari ku seperti biasa, tak terpikir pula oleh ku mengulang kegiatan “nyalawatin plus doa banyak-banyak biar cepet umroh” yah sangat monoton hidup ini. Sampai akhirnya pada saat kelas 2 SMA aku bisa umroh karna kegiatan sekolah yang mewajibkan siswanya belajar di luar negri selama satu bulan plus umroh. 
Plaaakkkk rasanya aku benar-benar ditampar saat itu
“Whattt?? Aku yg cuma sekali berdoa pengen naik pesawat dan cuma sekali shalawatin ka’bah beneran diijabah dalam waktu setahun doang? Bener-bener nih Allah ngabulinnya gak cuma dikabulin pengen naik pesawat aja wooyy tapi langsungg dibawa ke rumahNya” Massya Allah, Allahuakbar betapa sombongnya aku yang melupakan Mu, yang menganggap Mu tak adil dengan ku padahal Kau sedang mempersiapan kejutan terbaik untukku😭.
Plaaaakkkk sekali lagi hati ku tertampar mungkin ini sangat keras sangat sangat keras hingga air mataku tak lagi dapat tertampung. Iyalah bagaimana bisa aku yang sholatnya masih nanti-nantin, tahajudnya malesnyaaa minta ampun, sunah bolong-bolong, puasa sunah ngeluh nyaa buseet kayaa udah gak makan seminggu ternyata Allah balas dengan memberiku impian ku yaaah terbang meliat pemandangan di atas sana ditambah lagi aku diundang kerumahNyaa dan itu semua GRATIS woyyy iyaaaa bener-bener graaatttiiissssss. Ya Allah..... nikmatmu begitu besar padahal aku selalu mengesampingkan mu demi urusan dunia yang fana ini😭😭😭
Dan dibulan yang sama pula aku menginjakkan 7 kota yang bahkan hampir sama sekali tak pernah terbesit dikepala ku aku akan mengunjunginya. 7 kota dengan berbeda negara yang menjadi first trip ku adalah jakarta-medan-mekkah-madinah-batam-malaysia-singapura. 7 kota dengan berbeda-beda negaraaaa woyyy untuk aku yang jauh dari kata baik ini. 7 kota sangaaat sesuai dengan angka kesukaan ku yaitu 7. Ya Allah malu sekali rasanya aku menerima semua nikmatMu, malu sekali aku yang tak menaruh harapan dengan Mu, mungkin waktu itu kamu bilang “Siapalah aku dihatimu?” Hingga aku selalu menunda-nunda waktu bertemu dengan Mu.

No comments:

Post a Comment