Monday, March 4, 2019

Aku dan hujan dihari itu

Hujan kenapa kau selalu mengirimkan rindu??
Hujan, kau adalah buku diari berjalan ku. Menyimpan rinduku rapat-rapat dan mengeluarkan nya disaat yang tepat!

Waktu ku masih kecil aku selalu menyukai hujan, rasanya tak pernah terlewat satu hujan pun tanpa ada aku bermain ditengahnya. Yaaaa kecuali ketika malam hari, ketika aku sekolah dan tentu saja ketika aku sakit🤭. Aku selalu menyukai hujan, dia sangat pandai menyembunyikan tangisku, dia selalu bisa menutupi rasa sedihku. Kau hebat hujan! Kau ajarkan ku arti ketegaraan, kau yakin kan aku bahwa aku pasti bisa melewatinya, kau yakin kan aku bahwa aku lebih kuat dari yang terlihat. Mungkin kau tak pernah bicara, tetapi rasanya ketika ku bermain dengan mu kau sudah lebih dari cukup untuk mengajarkan banyak kehidupan untuk ku.
Tak terasa waktu selalu berputar, aku tumbuh menjadi orang dewasa dengan segala kesibukkan ku. Sekarang kau tak perlu mendengar lagi keluh kesahku, tak perlu mendengar lagi jeritan sakit hati ku, dan tak perlu lagi mendengar cerita betapa bahagianya aku hari-hari itu. Kau bukan lagi diari berjalan ku, aku bahkan mampu menyimpan segala kepahitan ini sendiri tanpamu, tentu saja ini berkat pelaharan-pelajaran yang kamu ajarkan padaku. Hei hujan apakah kau rindu aku? Apakah kau rindu suara cetar ku? Atau bahkan kau malah lega tidak ada lagi gadis kecil yang lompat-lompat kegirangan ketika kamu datang. Tak ada lagi bebanmu untuk menyimpan segala tangis ku? Aku tak tau hujan apakah kau merindukan ku atau bahkan melupakan ku! Aku sedih menjadi dewasa karna ternyata menjadi dewasa tidak seindah yang kita pikirkan dulu, banyak sekali rasanya beban hidupku yang harus ku selesaikan tanpamu. Tapi aku juga bangga menjadi dewasa, tumbuh kembang dengan sempurna, dan menjadi wanita dewasa yang berusaha membanggakan orang tua. 
Sore itu entah kenapa aku sangat merindukan mu, sudah sangat lama rasanya aku tidak bermain bersamamu, yang bisa ku lakukan hanyalah berdoa kepada Allah agar Dia turunkan hujan untukku. Hanya satu alasanku yaitu rindu.
Malam itu adalah malam yang cerah, banyak bintang indah yang menghiasi langit kelam itu. Akhirnya aku putuskan untuk berangkat ke kota Y tempat ku bersekolah karena banyak hal yang harus aku kerjakan. Seperti biasa aku hanya mengenakan baju kaos dan jaket tentunya, ku lalui jalan-jalan itu dengan kecepatan seperti biasa. Tetapi tiba-tiba hujan turun begitu derasnya, membasahiku dan motor kesayanganku ini tanpa permisi, aku mengumpat, kesal sekali rasanya hujan datang begitu saja tanpa memberi kesempatanku memakai jas hujanku. Tentu saja baju ku basah semua. “Gimana sih perasaan tadi langit cerah kenapa tiba-tiba hujan deras? Hey ini hanya 15 menit aku mengemudi bagaimana bisa hujan ini datang!!”
Hey tunggu bukankah aku yang tadi berdoa minta diturun kan hujan? Bukan kah aku yang merindukan hujan? Aahhhhh kenapa baru ku sadari setelah beberapa lama aku mengumpat. Ya Allah begitu plin plan nya hambaMu yang satu ini. Malam itu menjadi malam reuni ku bersama hujandan kenangan, terputar ulang kenangan kenangan indah masa kecil ku. Perjalanan yang harusnya ditempuh hanya 1 jam menjadi 2,5 jam. Mungkin aku terlalu rindu hingga aku tidak mau lekas-lekas pergi. Ya Allah terimakasihh atas hujan malam itu, terimakasih atas doa yang baru saja aku oanjatkan sore itu dan malamnya langsung Kau wujudkan. Maaf kan aku yang sering menunda-nunda kewajibanku bersamaMu bahkan Kau tak menunda keinginanku. Terimakasih telah mengobati rasa rinduku, terimakasih telah membuat ku lebih lega melepaskan rasa pahit yang ku pendam ini, terimakasih atas rasa nyaaman malam itu.
Dari aku, rindu dan hujan malam itu☺️

No comments:

Post a Comment